Langsung ke konten utama

Manfaat Makan Tempe Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Makan Tempe Bagi Kesehatan Tubuh 

Siapa yang tak kenal tempe? Di Indonesia juga seluruh dunia senang memakan jenis makanan dari kacang kedelai ini. Beragam makanan bisa diolah dari tempe. Rasanya pun enak dan gurih. Kita bisa membuat aneka makanan ala warung tegal atau restoran dari tempe. 


Misalnya yang mudah seperti tempe goreng, tempe balado, oseng tempe dan sebagainya. Jenis makanan ini pun cocok diolah dengan sayuran atau makanan lainnya.Makanan satu ini sudah tidak diragukan lagi gizi dan manfaatnya .

1. Pencegah kanker
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.

2. Sebagai antioksidan
Tidak hanya memiliki kandungan nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari, tempe mengandung antioksidan (György, Murata, Ikehata, 1964). Pada tikus yang menjadi objek percobaan, tikus menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan perlawanan yang lebih terhadap hemolisis sel darah merah dibandingkan dengan tikus yang diberi makan keledai rebus biasa. Hemolisis sel darah merah ini menandakan kurangnya vitamin E. Vitamin E terbukti sebagai zat antioksidan alami (György, Rose, Ann, 1949; Rose, György, Blood, 1950).

3. Menurunkan Kolesterol 
Mengganti asupan protein hewani dengan kedelai umumnya akan mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh, yang secara tidak langsung bisa menurunkan kolesterol darah dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Selama 20 tahun terakhir, sejumlah studi telah menunjukkan efek kedelai langsung dalam menurunkan kadar kolesterol. Sebagai contoh, salah satu studi menunjukkan bahwa makan 30 hingga 60g protein kedelai per hari menurunkan kolesterol LDL dan total kolesterol masing-masing sebanyak 20% dan 10%. Sementara itu dalam penelitian lain,  trigliserida darah juga berkurang hingga 10%.

4. Anemia dan Osteoporosis
Tempe ternyata bermanfaat untuk mencegah anemia dan osteoporosis. Penyakit ini biasanya menyerang wanita disebabkan siklus haid, hamil, dan menyusui. Kandungan mineral besi yang ada pada tempe membantu produksi sel darah merah dalam tubuh. Kandungan kalsium dalam tempe membantu untuk memasok mineral kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Tentang Bercinta Saat Menstruasi

Penjelasan Tentang Bercinta Saat Menstruasi Berhubungan seksual saat menstruasi memang menuai pro dan kontra. Menurut kepercayaan tertentu di masyarakat, bercinta saat wanita sedang menstruasi adalah dilarang. Namun, ada pula kalangan tertentu yang melakukannya dan tidak beranggapan demikian. Lantas, bagaimana penjelasan dari segi medis tentang seks yang dilakukan saat wanita sedang datang bulan? "Jika Anda merasa nyaman melakukannya, adalah suatu hal yang baik untuk bisa terus berhubungan seks sepanjang bulan tanpa perlu rehat," ujar Tara Ford, seorang asisten medis di Medical Center for Female Sexuality, New York. "Hal ini sangat-sangat alami dan aman bagi kedua pihak." Untuk menghindari noda pada seprai (yang menjadi kekhawatiran utama), dia menyarankan untuk meletakkan handuk di atas kasur, atau melakukannya di kamar mandi. Dan tak perlu khawatir jika setelahnya Anda melihat gumpalan merah atau kecoklatan, hal itu hanyalah luruhan da...