Fakta Tentang Mengapa Seks Bisa Terasa Nikmat
Sejak dimulainya peradaban manusia, berhubungan seks tak lagi dilihat hanya sebagai cara menghasilkan keturunan. Evolusi membuktikan bahwa manusia menikmati seks sebagai suatu bentuk rekreasi dan ekspresi kasih sayang, bukan sekadar reproduksi saja.
Bahkan seiring berjalannya waktu, orang-orang terus berinovasi agar seks semakin terasa nikmat. Baik itu lewat beragam posisi seks baru, mainan seks (sex toys) penunjang keintiman, hingga pelumas vagina. Namun, mengapa berhubungan seks terasa enak?
Seks adalah aktivitas menyenangkan yang tak hanya melibatkan hubungan fisik namun juga emosional. Saat kamu berhubungan seks, otak bertindak sebagai 'pusat kenikmatan' yang memegang kontrol penuh untuk memberitahumu apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Melalui otak, berbagai saraf di alat kelamin berkomunikasi sehingga akan memberikan sensasi memuaskan. Kemudian akan dikirimkan ke pusat kesenangan atau yang disebut dengan reward circuit
Pada tahapan awal, kedua pasangan akan memproduksi feromon, yaitu zat kimia alami dari tubuh. Feromon akan meningkatkan gairah seksual dan bertanggung jawab untuk memberikan sensasi nikmat ketika Anda menerima atau memberikan rangsangan seksual. Biasanya pada saat ini detak jantung jadi lebih cepat dan muncullah keinginan yang sangat besar untuk berhubungan seks.
Tahap Plateau (Intens) Gairah seksual yang anda rasakan akan semakin memuncak. Biasanya pada tahap ini anda melakukan penetrasi, seks oral, atau tindakan seks yang cukup intens. Penis akan mengalami ereksi dan puting susu akan mengeras.
Menurut hasil penelitian, bagian otak yang mengenali rasa nikmat (amigdala, hipotalamus, dan korteks sensorik) menjadi sangat aktif. Otak membaca aktivitas seksual sebagai suatu reward bagi tubuh. Akibatnya, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh untuk meningkatkan sensasi kenikmatan.
Setelah melalui tahap bergairah dan tahap naiknya kurva kenikmatan seksual, Anda mencapai klimaks atau puncak tertinggi kenikmatan seksual. Tahap ini adalah yang paling terasa enak. Namun, tak semua orang bisa selalu mencapai klimaks. Pasalnya, reaksi tubuh yang terjadi begitu rumit. Reaksi ini disebut sebagai orgasme.

Komentar
Posting Komentar