Anak Lambat Berjalan Berikut Bisa Menjadi Beberapa Penyebabnya
Proses berjalan adalah salah satu indikator tumbuh kembang anak. Biasanya anak akan mulai belajar berjalan dalam rentang usia 9-18 bulan. Bila hingga uisa 18 bulan anak belum juga bisa berjalan tanpa dipegangi, bisa jadi ia mengalami delayed walking atau terlambat berjalan.
Brenda Nixon, seorang ahli parenting mengatakan, “Jika seorang bayi belum bisa berjalan pada akhir usia 18 bulan, bisa jadi karena beberapa alasan, seperti: kurangnya kesempatan dan latihan, genetik, atau temperamen.”
1. Ketidakmatangan Persyarafan
Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. Pada usia ± 5 tahun, syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik.
Otot-otot besar yang mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusun puzzle , memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.
2. Pola Asuh Orangtua
Orang tua yang cenderung memanjakan dan selalu mengendong anaknya, atau tidak pernah memberdirikan anak karena takut anak jatuh, akan membuat anak malas dan terlambat berjalan. Anak jadi merasa tidak perlu bersusah payah bergerak dan tak termotivasi menggunakan kakinya, ataupun terlalu takut untuk belajar berjalan karena orangtua yang selalu kuatir. Anak yang kurang mendapatkan stimulasi fisik otomatis akan lebih lambat perkembangan fisiknya, karenanya berikan kesempatan pada buah hati untuk bergerak bebas di lantai.
3. Gangguan kelainan
Cacat saat lahir, penyakit tertentu, hingga kelainan yang membuat tumbuh kembang anak tidak normal, bisa menjadi penyebab delayed walking. Misalnya, gangguan kelainan yang memengaruhi otot dan kekuatan kakinya untuk menopang berat tubuh.
4. Gangguan sensoris
Pada kasus tertentu, anak sering mengalami sensitif pada telapak tangan dan kaki. Sehingga hal ini mengakibatkan anak sering jinjit. Selama ini, jalan jinjit atau Tip Toe masih belum diketahui penyebabnya. Meskipun bukan karena kelainan anatomis
5. Trauma
Anak lambat berjalan juga bisa karena anak mengalami trauma, namun ini hanya terjadi bila anak sudah pernah bisa berjalan dan kemudian terjadi sesuatu yang bersifat traumatik yang membuatnya tidak mau belajar jalan lagi. Namun, lambat berjalan yang disebabkan trauma jarang sekali terjadi.

Komentar
Posting Komentar